Keuangan Bisnis Kafe

Dalam manajemen keuangan, sebuah usaha ada yang disebut laporan arus kas, laporan laba rugi dan neraca. Termasuk juga dalam urusan bisnis kafe. Arus Kas merupakan laporan keuangan yang artinya laporan dana kas perusahaan yang tersedia. Atau bisa juga disebut pencatatan transaksi keuangan yang menggunakan uang tunai.

Keuangan Bisnis Kafe

Keuangan Bisnis Kafe

Laporan Neraca merupakan laporan keuangan yang melihat keseimbangan aset usaha dengan kewajiban yang menjadi tanggungan. Dalam laporan keuangan laba rugi bisnis kafe, ada beberapa hal sebagai berikut:

1. Pendapatan Penjualan

Hasil pendapatan ini bisa berasal dari penjualan produk inti dari bisnis tersebut atau penjualan dari produk sampingan bisa juga dinamakan penjualan lain. Dalam hal ini bisnis kafe, produk yang ditawarkan adalah minuman dan makanan.

Artikel serupa:   Pertumbuhan Bisnis Kafe 15-20% Setiap Tahun

Jika terjadi penjualan terhadap makanan dan minuman maka itu dimasukkan dalam penjualan produk inti. Sedangkan yang masuk penjualan sampingan atau lain-lain misalnya seperti merchandise atau penjualan meja dan kursi.

2. Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan (HPP) yaitu biaya yang harus dikeluarkan sebelum produk tersebut dijual. Misalnya pembelian minuman sachet, gula pasir, bahan baku, es krim, gelas kemasan plastic, dan lainlain.

3. Biaya Operasional

Yang termasuk di sini adalah gaji karyawan, administrasi usaha (nota penjualan), biaya overhead (listrik dan air), biaya penyusutan, biaya dibayar dimuka/ biaya sewa bangunan, biaya promosi atau iklan,biaya pemeliharaan (bangunan, kursi,meja, dan interior) serta biaya langganan (internet).

Artikel serupa:   Seputar Kopi Blockchain & Kopi Loyalty Membership

4. Perhitungan BEP (Break Event Point)

Pada umumnya orang mengatakan bahwa BEP atau titik impas adalah pencapaian titik nol ketika berinvestasi. Sehingga diharapkan setelah titik nol tersebut dapat meraih keuntungan dan dihitung berdasarkan waktu bulan atau tahun.

Jika kita ingin memperhitungkan BEP maka analisa laba rugi yang dapat menentukannya. Namun jika ingin menghitung tingkat pengembalian atas investasi kita (Return of Investment), maka harus memperhatikan analisa neraca usaha.

 

Keuangan Bisnis Kafe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *