kafe kolong jangan pernah membatasi kreativitas anda dengan hanya berdiam diri
sembari melihat kawan anda sukses lebih dulu

Be Inspired

About Us

Kafe Kolong adalah sebuah nama kafe yang sangat sederhana, berkonsep unik namun terkesan modern. Tepat di terowongan jembatan sungai Bedadung Jember, deretan meja kursi dari bambu dan di luar terowongan beberapa bangku outdoor siap menemani pengunjung yang ingin bersantai, mengobrol ataupun mencari sebuah inspirasi. Sebuah bar berbentuk gazebo sebagai tempat menyiapkan aneka hidangan baik minuman dan makanan khas kafe kolong untuk memanjakan tamu-tamu. Untuk lebih menghidupkan suasana, grup musik akustik akan menemani secara langsung.


Sejarah Kafe Kolong

Your Inspiration

Temukan inpirasimu bersama teman dekat di lokasi yang unik tanpa batas.

Our Services

Nikmati aneka minuman dan makanan ringan khas kolong tanpa harus kantong bolong.

Comforter

Live music kafe kolong siap menghangatkan suasana hangout Anda.

Community

Kafe Kolong menyediakan ruang untuk komunitas anda dengan suasana yang beda

Do you like our work so far?
Let's talk about your inspirations !

GET IN TOUCH

Agenda


Our Customers Testimonials



Our Services


All Variant Coffee
Perfect coffee matter

Kafe Kolong menyediakan aneka macam cita rasa kopi dari berbagai daerah

Starting at IDR 3000 Get in touch
All Variant Snack
Different taste

Sembari menikmati secangkir kopi anda dapat memesan aneka makanan ringan yang kami sediakan.

Starting at IDR 5000 Get in touch
All Soft Drink
We'll manage the rest

Kafe Kolongtidak hanya untuk para penikmat kopi semata, tersedia aneka minuman lain bagi anda

Starting at IDR 7000 Get in touch
Music Performance
We will customize it

Kafe Kolong menyediakan ruang bagi anda yang ingin bernyanyi bersama pengunjung lain.

Starting at IDR 0 Get in touch

Main Blog
Our Recent Posts

Selasa, 20 November 2018

Penjual Kopling Panen Saat Demo Besar

Ayo minum kopling biar semangat! Tapi tunggu dulu, kopling yang satu ini bukan untuk motor atau mobil tapi khusus untuk pengemudinya. Ya, segelas kopi hitam panas yang dijajakan keliling alias kopling (kopi keliling) atau istilah gaulnya Starling (starbuck keliling). 

Kopi keliling Jakarta


Segelas kopi hitam panas dapat meringankan kepenatan dan kebuntuan otak dalam bekerja, apalagi menikmatinya di pinggir jalan dan di bawah rindangnya pohon angsana tentunya ada suasana dan nuansa yang berbeda jika dibandingkan menikmati kopi di dalam ruangan, baik di dalam kantor maupun warung kopi.

Seperti halnya Koling di Yogyakarta, para penjual kopi keliling atau kopling lazim ditemui dijalan-jalan protocol, kawasan perkantoran, hingga kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta. Keberadaan metode penjualan tersebut sedikit banyak telah menjadi icon baru bagi kota Jakarta.

Adalah Syamsudin atau biasa disapa Udin adalah salah satu dari sekian banyak penjual kopi keliling atau Kopling yang ‘berseliweran’ di kawasan Monas dan sekitarnya. Udin menggeluti profesi sebagai penjual kopi keliling sudah lima tahun lamanya.

Menurut Udin, profesi sebagai penjual kopi keliling adalah mata pencaharian utama untuk menghidupi keluarganyanya sebab memang tidak ada pilihan lain baginya. “Saya hanya lulusan SMA jadi tidak banyak pilihan pekerjan buat saya,” lirihnya.

Menurut lelaki asal Slawi tersebut, sebelum berjualan Kopling, dia pernah bekerja di marketing galeri salah satu produk minuman segar namun sistemnya hanya pegawai kontrak. “Sebelum saya jualan Kopi keliling saya pernah bekerja di kawasan blok M di marketing galeri produk nutrisari,” terangnya.

Namun, lanjut Udin, Setelah kontrak kerja diperusahaan lama tidak diperpanjang, dia berusaha mencari pekerjaan lainnya akan tetapi semuanya tidak bertahan lama dikarenakan sistemnya kontrak juga. Dan sambil menunggu datangnya panggilan untuk bekerja akhirnya waktu kosong saya saya manfaatkan untuk mencari usaha lain.

Jualan kopi keliling tidak butuh modal besar dan ke­­ahlian yang tinggi, untuk belanja bahan bakunya saja hanya butuh modal Rp. 150.000 – Rp. 300.000. Adapun sepeda pancal untuk keliling bisa menyewa dengan bos atau beli yang bekas seharga Rp. 200.00 – Rp.500.000 ditambah dengan dua buah termos untuk air panasnya, jadi total modal awal keseluruhannya kurang lebih 1 juta rupiah.

Panen Saat Demo


Menurut Udin, penghasilan jualan kopling lumaya besar, bahkan lebih besar daripada penghasilannya sewaktu bekerja dipabrik. “Dalam sehari saya bisa menjual rata-rata 150 sachet, itu artinya saya bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp. 100 ribu hingga Rp.150 ribu per hari,” ungkapnya.

Namun, lanjut Udin, apabila ada demo besar-besaran di kawasan monas penghasilan para penjual kopling meningkat drastis. “Kalau ada demo besar-besaran di depan istana para penjual kopling panen, dalam sehari bisa mendapatkan keuntungan Rp.500 ribu hingga Rp. 700 ribu,” terangnya.


Penjual Kopi keliling di Jakarta

Rabu, 10 Oktober 2018

Cintai Produk-produk Indonesia

Korea dan Jepang adalah salah satu contoh negara yang sukses mengembangkan produk dalam negeri dan berhasil menembus pasar internasional tanpa melupakan akar budaya bangsa. Ya, mereka tetap menggunakan nama nasionalnya bukan menyesuaikan selera internasional untuk setiap produknya. 

Cintai Produk-produk Indonesia


Sebut saja Hyundai, Samsung hingga Yamaha. Menyebut nama-nama itu kita sudah langsung membayangkan negara asalnya. Otomatis, nama produk itu ikut mengenalkan negara yang bersangkutan.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Bisakah kita mengejar prestasi seperti Korea dan Jepang yang sukses mengembangkan produk dalam negeri dan berhasil menembus pasar internasional tanpa melupakan akar budaya bangsa? Jawabannya harus bisa.

Kita memiliki banyak potensi dibandingkan kedua negara tadi. Diantara potensi itu ialah keragaman budaya serta sumber daya alam Indonesia yang cukup melimpah. Kita, perlu menyadari hal tersebut dan segera memanfaatkannya demi kemajuan ekonomi.

Yang tak kalah penting, bangsa ini juga harus memiliki kebanggaan akan produk lokal dengan cara membelinya. Hal itu akan sangat membantu perkembangan produk lokal.

Dengan 200 juta penduduknya Indonesia perlu membangkitkan jiwa wirausaha warganya. Sebagai gambaran, Indonesia baru mempunyai 1,65% wirausaha dari jumlah populasi penduduk Indonesia. Padahal sejatinya, sebuah negara mesti memiliki minimal 2% wirausaha dari total penduduknya untuk menjadi negara yang maju.

Sebagai perbandingan, Amerika misalnya memiliki 11,5% wirausaha. Bahkan Jiran kita, Singapura mempunyai 7,2% dan Malaysia terdapat 3% wirausahawan.

Pemerintah juga dirasa perlu untuk memberikan pelatihan wirausaha bagi kalangan pemuda, khususnya mereka yang masih menganggur. Termasuk memberikan bantuan atau kemudahan kredit sebagai modal usaha.

Korea dan Jepang memulainya dari situ, yang kemudian mencintai produk sendiri dengan membelinya serta memasarkannya di dunia internasional.


Cintai Produk-produk Indonesia

Sabtu, 22 September 2018

Tinydeal, Situs Belanja Barang Luar Negeri

Banyak orang yang tertarik untuk belanja di situs luar negeri, sayangnya masih banyak yang masih awam dengan hal ini. Pada dasarnya cara berbelanja di situs ecommerce luar negeri ini sama saja dengan berbelanja di situs ecommerce dalam negeri seperti buka lapak, tokopedia, shopee, dll. Yang menjadi perbedaan adalah cara pembayarannya. Salah satu situs ecommerce paling terkenal adalah Tinydeal.

Situs ini adalah situs asal China yang terkenal cukup lengkap produk-produknya. Di dalam bisnis online, kunci utama kesuksesan sebuah ecommerce adalah kepercayaan dari pelanggan. Situs ini sudah banyak digunakan dan selalu mendapatkan testimoni positif. Banyak orang yang percaya dan puas dengan pelayannya. 

TinyDeal China Wholesale Supplier


Ecommerce yang cepat dan responsif dalam menanggapi keluhan pelanggan dan bisa responsif dalam memproses transaksi.

Sebenarnya masih ada berbagai jenis ecommerce luar negeri. Amazon dan alibaba adalah contoh raksasa ecommerce luar negeri. Dua platform tersebut saat ini adalah platform ecommerce terbesar di dunia. Contoh ecommerce luar negeri lainnya adalah deal extream.

Berkembangnya ecommerce adalah sebuah tanda bahwa masa ini sudah mulai mendobrak batasan-batasan. Dulunya untuk berbelanja barang dari luar negeri sangat tidak mungkin, namun dengan adanya ecommerce semacam ini, hal tersebut akhirnya menjadi mungkin.

Kelebihan dan kekurangan belanja online melalui ecommerce luar negeri


Beberapa kelebihan saat berbelanja di situs ecommerce luar negeri. 

Beberapa keunggulannya adalah adanya barang-barang yang lebih lengkap. Anda bisa mendapatkan barang-barang yang tidak masuk di Indonesia.

Ada beberapa gadget yang kerap tidak masuk di Indonesia, dan cara satu-satunya untuk mendapatkannya adalah dengan membeli melalui ecommerce luar negeri.

Membeli melalui ecommerce luar negeri ini juga bisa membuat Anda tampak kekinian. Setiap produk keluaran luar negeri pasti pertama kali di pasarkan di sana, dan untuk masuk ke Indonesia akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Dengan membeli barang dari luar negeri Anda bisa mendapatkan pertama kali dan bisa terlihat lebih kekinian.

Dalam beberapa kasus, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih miring. Apalagi jika Anda membeli dengan jumlah yang cukup banyak. Tak jarang juga pembisnis Indonesia yang memanfaatkan hal ini. Mereka membeli barang dari luar negeri dengan jumlah banyak. Mereka akan mendapatkan harga miring, kemudian saat di Indonesia mereka menjualnya dengan rate harga yang lebih tinggi.

Karena barangnya merupakan barang luar negeri, tentu saja pamornya lebih baik dan terkesan valuenya lebih baik juga. 

Beberapa kekurangan saat berbelanja di situs ecommerce luar negeri. 

Namun ada beberapa kekurangannya. Salah satunya adalah masalah pengiriman. Jika Anda menggunakan freeshipping, biasanya proses pengirimannya akan berlangsung lama. Bisa sampai 2-3 bulan. Selain itu ada juga beberapa barang yang harus membayar pajak cukup besar saat masuk Indonesia.

Bahkan dalam beberapa kasus, ada pula yang barangnya ditahan di imigrasi dan tidak bisa diambil.

Agak repot memang, tapi berbelanja di situs belanja luar negeri memang pilihan paling tepat jika barang-barang yang Anda inginkan memang tidak ada di Indonesia.

Sistem pembayaran.


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, biasanya yang membedakan ecommerce dalam negeri dan luar negeri adalah sistem transaksi pembayarannya. Jika ecommerce dalam negeri bisa membayar melalui bank lokal, hal ini tidak berlaku bagi situs luar negeri.

Biasanya situs luar negeri akan menggunakan beberapa cara pembayaran diantaranya seperti western union, paypal, credit card, dll.

Untuk kita yang ada di Indonesia Paypal, western union, dan credit card adalah pilihan yang paling umum digunakan.

Tapi untuk yang lebih simple adalah menggunakan western union. Pasalnya Anda bisa membayar dan mengambil barang melalui kantor pos.

Paypal yang dulunya masih cukup jarang digunakan, saat ini sudah mulai marak. Bahkan para pedagang online dari Indonesia sudah memiliki Paypal.me untuk memudahkan transaksi menggunakan paypal. Jika tidak memiliki kartu kredit, bisa menggunakan jasa vcc murah yang memiliki kredibilitas.

Tapi memang disarankan untuk menggunakan akun paypal karena akun paypal lebih umum digunakan untuk berbagai transaksi luar negeri. Misal Anda ingin membeli produk di situs lain yang tidak support western union, dengan akun paypal ini Anda bisa lebih efisien dalam mendapatkan penghasilan. Akun paypal juga sudah support di banyak eccomerce luar negeri.

Selain itu secara keamanan, paypal juga lebih aman untuk transaksi.


Tinydeal, Situs Belanja Barang Luar Negeri

Sabtu, 01 September 2018

Anomali Coffee Kurator Kopi Lokal

Salah satu kedai kopi lokal yang menonjol adalah Anomali Coffee. Kedai ini didirikan oleh Irvan Helmi dan Muhammad Abgari pada 2007.

Anomali Coffee


”Orang boleh bilang Anomali itu kafe,” ucap Irvan. ”Tapi, sejak awal berdiri, kami mendeklarasikan diri sebagai kurator kopi lokal.”

Anomali, kata Irvan, muncul ketika orang-orang masih mendewakan kopi dari luar negeri. Sejak awal, Anomali berikrar hanya akan mengambil kopi dari petani lokal.

Alasannya sederhana. Irvan ingin menaikkan daya saing petani dari Indonesia. ”Toh, kopi Indonesia juga enak,” ujarnya.

Bisnis Anomali berkembang pesat. Sebelas tahun setelah berdiri, Anomali melahirkan tiga anak usaha. Pertama, Anomali sebagai kedai kopi. Saat ini Anomali memiliki sepuluh cabang di Jakarta dan Bali.

Berikutnya, kafe ini juga memiliki lini khusus untuk pendidikan kopi, yakni Indonesia Coffee Academy. Baik kafe maupun akademi menyerap 1 ton kopi per bulan

Anak usaha yang terakhir adalah PT Kopi Asli Indonesia. Perusahaan ini memasok kopi ke 150- an pelanggan, seperti rumah makan, hotel, bioskop,bahkan sesama kedai kopi. Selain itu, perusahaan ini mengimpor alat-alat seduh, termasuk mesin espresso.

Irvan mengatakan keberhasilan Anomali tidak lepas dari gaya hidup generasi milenial. ”Mereka sudah menganggap kedai kopi sebagai kantor,” katanya.

”Anak-anak ini merasa kantor itu bisa di mana saja dan kedai kopi selalu menjadi tujuan.” Bahkan pola ngantor di kedai kopi, menurut Irvan, sudah terlihat sejak Anomali berdiri



Anomali Coffee Kurator Kopi Lokal

Jumat, 17 Agustus 2018

Koling Menggaet Pecinta Kopi Di Pinggir Jalan

Bisnis kedai kopi saat itu memang sedang tumbuh bak cendawan. Tren pertumbuhan kedai-kedai kopi juga bisa dibaca dari angka konsumsi kopi dalam negeri. International Coffee Organization mencatat kenaikan konsumsi kopi—baik robusta maupun arabika—di Indonesia mulai terasa pada 2011.

Namun,berbisnis kopi tak harus memiliki kedai dan juga butuh modal besar. Di Yogyakarta, ada bisnis wedang kopi Koling, singkatan dari ”kopi keliling”. Koling lumayan populer karena ada di pusat-pusat pelancong, seperti Malioboro, Tugu, dan alun-alun selatan Keraton.

Koling Yogyakarta

Koling (kopi keliling) Yogyakarta


Dayu Pratama, Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, merintis kopi keliling (koling) di Yogyakarta pada 2013, sepulang dari kuliah lapangan di Candiroto, Temanggung, desa sentra kopi. Awalnya, laki-laki 25 tahun ini dongkol melihat petani kopi di desa Candiroto, Temanggung mulai berpaling dari kopi karena harga yang terus merosot.

”Kopi itu sebenarnya bisa jadi sumber penghasilan,” kata Dayu. Akhirnya Dayu menekuni bisnis kopi dengan tekad membalik anggapan petani kopi. 

Dayu awalnya membuka bisnis kopi kecil-kecilan di kampus Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Biji kopi dari petani Temanggung dibeli lebih tinggi 20 persen dari harga pasar. Modal awalnya cuma Rp 80 ribu. Saking cekaknya, Dayu memanfaatkan pintu bekas rumah kakeknya untuk membuat gerobak. Dari sinilah cikal-bakal Koling lahir.

Jangan dibayangkan Koling yang dihela Dayu ini seperti kedai kopi kebanyakan yang punya ruangan lapang dan sejuk dengan kursi empuk. Koling berbentuk gerobak kayu beroda tiga yang mangkal di pinggir jalan. 

Tak usah pula membayangkan Koling seperti penjaja kopi kemasan yang berjualan dengan sepeda lengkap dengan termos air panas. Koling menyeduh kopi asli. Maka di gerobak Dayu itu ada sederet stoples berisi biji kopi dari Temanggung, Jawa Tengah, yang ditata sebagai etalase. 

Di sudut lain gerobak, ada gula, teko, dan mesin penggiling kopi manual. Koling gampang dikenali karena, selain menjajakan kopi dengan gerobak, penjajanya mengenakan kain lurik dan kadang memakai caping.

Semula, Koling tak diminati karena Dayu hanya mangkal di kampus. Saban hari, kopinya cuma laku tiga gelas. Koling mulai laris ketika Dayu menggeser gerobaknya ke pusat keramaian. Di sini, ia bisa menjual 1.500 gelas dengan banderol Rp 10-15 ribu per gelas. Harganya lumayan karena Dayu menjual kopi spesialti—kopi arabika kualitas terbaik.

Dengan strategi itu, bisnisnya berkembang. Kini ia punya enam gerobak. ”Koling juga mulai merambah Semarang dan Magelang,” ujarnya. 

sumber: majalah.tempo.co


Senin, 30 Juli 2018

Testimonial Gembel Gaul - Nongkrong Gaul Ala Kura-Kura Ninja

Testimonial Gembel Gaul - Lokal Guide

Kafe Kolong, Nongkrong Gaul Ala Kura-Kura Ninja

Kalau melihat kafe kolong ini ini pasti di alam sadar anda akan teringat karakter hero Ninja Turtles atau Kura-kura ninja yang hidup di gorong-gorong got kota metropolitan. Kreatifnya kafe kolong ini menyulap ruang kosong dibawah jembatan Jarwo tepatnya Jl. Mastrip, dulu kolong identik dengan kaum marjinal yang nomaden tak mempunyai rumah. Tapi sekarang kolong diubah elegan, ide liar ini tercetus 2012 oleh Johanes Kris Astono yang berkeinginan untuk membuka kafe yang unik daripada lainnya.

Daya tarik kafe kolong ini juga menjadi kendala bagi pengunjung baru untuk mencari posisinya. Aku sampai muter-muter tapi kok nggak ketemu, baru tanya sana-sini ditunjukan lokasi. Ealah harus turun kebawah, tersembunyi banget seru Rizal yang jauh-jauh datang dari Malang Selasa (11/07/18).

Memang tak ada plang atau penunjuk jalan menuju ke kafe kolong karena memang benar-benar dibawah kolong jembatan. Kafe yang buka jam 7 malam sampai 1 pagi ini sering dilewati mobil atau motor saat kita nongkrong disana. Penataan kursi dan meja diletakkan disamping, memang jalan dibawah jembatan kafe kolong itu jalan umum tapi jarang digunakan.

Menu disini dibilang murah-meriah, mulai kopi sampai makanan ringan macam roti bakar. Roti bakar hanya 8 ribu jika varian termurah 5 ribu pas kantong mahasiswa, tapi ada keunikan saat memesan modelnya harus ke kasir meminta menu dan ditulis sendiri, bayar kemudian makanan di-delivery. Jangan harap anda duduk langsung ada pelayan yang datang.

Kafe kolong ini telah menjadi destinasi unggulan jika wisatawan datang ke Jember selain JFC, artis-artis Ibukota juga sering mampir. Suasana yang instagramable yang disukai anak muda untuk nongkrong berjam-jam serta makanan yang pas di kantong.

Kafe kolong juga menyediakan booth live music untuk diberikan pengunjung ingin menyumbangkan suara untuk nyanyi. Komplit dengan perlengkapan akustik instrumen untuk mengiringinya, jika anda kesini bisa dengan pasangan atau teman-teman karena lebih seru. Jomblo tidak diterima disini. fey

gembel gaul


Ingin menulis testimonial atau saran dan kritik tentang kafe kolong? Klik di sini
atau gunakan media sosial kami dibawah ini dengan hastag #testimoni, yang nantinya akan dimuat di blog ini

Jumat, 29 Juni 2018

Testimonial Tata YRDM - Lokal Guide

Testimonial Tata YRDM - Lokal Guide

Salah satu cafe terunik yang ada dijember, mungkin di kota-kota lain belum ada kali yaa cafe yang konsep lokasinya ada dibawah jembatan.

Dan tempatnya makin luas juga, jadi lebih asyik buat nongkrong rame-rame atau sekedar rapat tipis-tipis sama temen-temen. Yang menarik lagi dari cafe ini adalah, hampir tiap hari ada live music yang keren juga. Untuk menu makanan sii jenis-jenisnya hampir sama kali ya sama cafe2 yang lain. 

Cuman, yang paling uenak adalah mi rebusnya, mi yang disajiin dengan berbagai macam sayur dengan harga yang ramah banget buat mahasiswa. Buat yang lagi main-main di Jember, rugi deeeh kalo gak nyobain nongkrong di cafe kolong. 

Tata YRDM


Ingin menulis testimonial atau saran dan kritik tentang kafe kolong? Klik di sini
atau gunakan media sosial kami dibawah ini dengan hastag #testimoni, yang nantinya akan dimuat di blog ini

Jumat, 20 Oktober 2017

Tak Cukup Hanya Secangkir Kopi Aceh di Ulee Kareng

Bukan rahasia lagi kalau kopi Aceh memang nikmat. Budaya minum kopi sudah begitu mengakar di tengah masyarakat Aceh. Jadi jangan heran jika banyak ditemui warung kopi disini.

Seperti halnya warung kopi Atet khas Belitung, pada jam-jam tertentu hampir semua warung kopi di kota ini dipadati pengunjung bahkan seperti hajatan saja karena saking ramainya. 

Salah satu yang wajib dikunjungi adalah di kawasan Ulee Kareng. Disini bisa menyeruput kopi di warung kopi Solong “Jasa Ayah” yang begitu legendaris bagi masyarakat Aceh.

Secangkir Kopi Aceh di Ulee Kareng

Di warung yang sederhana ini bisa melihat secara angsung seorang barista (peracik kopi) tradisional sibuk melayani pesanan. Dengan kepiawainnya meramu bubuk kopi dengan air mendidih kemudian disaring dengan saringan kain yang cukup unik bentuknya.

Kopi tadi di tuang di dua cangkir besar berganti-gantian kemudian disaring dengan cara mengangkat saringannya sampai di atas kepala dan kucuran air kopi masuk tepat di deretan gelas di atas meja.

Mirip dengan proses pembuatan teh tarik. Kegiatan ini bisa menjadi tontonan yang menarik bagi pengunjung sembari menyeruput segelas kopi hitam.

Tak Cukup Hanya Secangkir Kopi di Ulee Kareng Aceh


Menurut sang empunya semua proses pengolahan dilakukan sendiri. Mulai dari pemilihan biji kopi mentah kemudian memanggangnya dengan cara tradisional hingga menggiling dan mengemasnya. Biji kopi yang dipakai dari jenis kopi robusta murni tanpa campuran.

Warung kopi ini sudah berdiri sejak 1974 dan sudah memiliki beberapa cabang. Setelah mencoba segelas kopi hitam, cobalah memesan lagi segelas kopi sanger (kopi susu). Benar saja baik kopi hitam maupun kopi susu sama-sama nikmat.

Oleh karena itu, tak cukup hanya secangkir kopi saja. Pulangnya, jangan lupa memborong bubuk kopi dalam kemasan plastik sebagai oleh-oleh.


Menikmati Kopi Aceh di Ulee Kareng - Kafe Kolong

Get Inspiration With Us


Kafe Kolong Jember
Jalan Mastrip, Sumbersari
Jember - Jawa Timur

Operasional
Senin - Sabtu 18.00 - 01.00 WIB
0811-3446-313
[email protected]

Kontak Situs

Interested for informations of Kafe Kolong?
Get more of our update !