kafe kolong jangan pernah membatasi kreativitas anda dengan hanya berdiam diri
sembari melihat kawan anda sukses lebih dulu

Be Inspired

About Us

Kafe Kolong adalah sebuah nama kafe yang sangat sederhana, berkonsep unik namun terkesan modern. Tepat di terowongan jembatan sungai Bedadung Jember, deretan meja kursi dari bambu dan di luar terowongan beberapa bangku outdoor siap menemani pengunjung yang ingin bersantai, mengobrol ataupun mencari sebuah inspirasi. Sebuah bar berbentuk gazebo sebagai tempat menyiapkan aneka hidangan baik minuman dan makanan khas kafe kolong untuk memanjakan tamu-tamu. Untuk lebih menghidupkan suasana, grup musik akustik akan menemani secara langsung.


Sejarah Kafe Kolong

Your Inspiration

Temukan inpirasimu bersama teman dekat di lokasi yang unik tanpa batas.

Our Services

Nikmati aneka minuman dan makanan ringan khas kolong tanpa harus kantong bolong.

Comforter

Live music kafe kolong siap menghangatkan suasana hangout Anda.

Community

Kafe Kolong menyediakan ruang untuk komunitas anda dengan suasana yang beda

Do you like our work so far?
Let's talk about your inspirations !

GET IN TOUCH

Agenda


Our Customers Testimonials



Our Services


All Variant Coffee
Perfect coffee matter

Kafe Kolong menyediakan aneka macam cita rasa kopi dari berbagai daerah

Starting at IDR 3000 Get in touch
All Variant Snack
Different taste

Sembari menikmati secangkir kopi anda dapat memesan aneka makanan ringan yang kami sediakan.

Starting at IDR 5000 Get in touch
All Soft Drink
We'll manage the rest

Kafe Kolongtidak hanya untuk para penikmat kopi semata, tersedia aneka minuman lain bagi anda

Starting at IDR 7000 Get in touch
Music Performance
We will customize it

Kafe Kolong menyediakan ruang bagi anda yang ingin bernyanyi bersama pengunjung lain.

Starting at IDR 0 Get in touch

Main Blog
Our Recent Posts

Sabtu, 01 September 2018

Anomali Coffee Kurator Kopi Lokal

Salah satu kedai kopi lokal yang menonjol adalah Anomali Coffee. Kedai ini didirikan oleh Irvan Helmi dan Muhammad Abgari pada 2007.

Anomali Coffee


”Orang boleh bilang Anomali itu kafe,” ucap Irvan. ”Tapi, sejak awal berdiri, kami mendeklarasikan diri sebagai kurator kopi lokal.”

Anomali, kata Irvan, muncul ketika orang-orang masih mendewakan kopi dari luar negeri. Sejak awal, Anomali berikrar hanya akan mengambil kopi dari petani lokal.

Alasannya sederhana. Irvan ingin menaikkan daya saing petani dari Indonesia. ”Toh, kopi Indonesia juga enak,” ujarnya.

Bisnis Anomali berkembang pesat. Sebelas tahun setelah berdiri, Anomali melahirkan tiga anak usaha. Pertama, Anomali sebagai kedai kopi. Saat ini Anomali memiliki sepuluh cabang di Jakarta dan Bali.

Berikutnya, kafe ini juga memiliki lini khusus untuk pendidikan kopi, yakni Indonesia Coffee Academy. Baik kafe maupun akademi menyerap 1 ton kopi per bulan

Anak usaha yang terakhir adalah PT Kopi Asli Indonesia. Perusahaan ini memasok kopi ke 150- an pelanggan, seperti rumah makan, hotel, bioskop,bahkan sesama kedai kopi. Selain itu, perusahaan ini mengimpor alat-alat seduh, termasuk mesin espresso.

Irvan mengatakan keberhasilan Anomali tidak lepas dari gaya hidup generasi milenial. ”Mereka sudah menganggap kedai kopi sebagai kantor,” katanya.

”Anak-anak ini merasa kantor itu bisa di mana saja dan kedai kopi selalu menjadi tujuan.” Bahkan pola ngantor di kedai kopi, menurut Irvan, sudah terlihat sejak Anomali berdiri



Anomali Coffee Kurator Kopi Lokal

Jumat, 17 Agustus 2018

Koling Menggaet Pecinta Kopi Di Pinggir Jalan

Bisnis kedai kopi saat itu memang sedang tumbuh bak cendawan. Tren pertumbuhan kedai-kedai kopi juga bisa dibaca dari angka konsumsi kopi dalam negeri. International Coffee Organization mencatat kenaikan konsumsi kopi—baik robusta maupun arabika—di Indonesia mulai terasa pada 2011.

Namun,berbisnis kopi tak harus memiliki kedai dan juga butuh modal besar. Di Yogyakarta, ada bisnis wedang kopi Koling, singkatan dari ”kopi keliling”. Koling lumayan populer karena ada di pusat-pusat pelancong, seperti Malioboro, Tugu, dan alun-alun selatan Keraton.

Koling Yogyakarta

Koling (kopi keliling) Yogyakarta


Dayu Pratama, Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, merintis kopi keliling (koling) di Yogyakarta pada 2013, sepulang dari kuliah lapangan di Candiroto, Temanggung, desa sentra kopi. Awalnya, laki-laki 25 tahun ini dongkol melihat petani kopi di desa Candiroto, Temanggung mulai berpaling dari kopi karena harga yang terus merosot.

”Kopi itu sebenarnya bisa jadi sumber penghasilan,” kata Dayu. Akhirnya Dayu menekuni bisnis kopi dengan tekad membalik anggapan petani kopi. 

Dayu awalnya membuka bisnis kopi kecil-kecilan di kampus Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Biji kopi dari petani Temanggung dibeli lebih tinggi 20 persen dari harga pasar. Modal awalnya cuma Rp 80 ribu. Saking cekaknya, Dayu memanfaatkan pintu bekas rumah kakeknya untuk membuat gerobak. Dari sinilah cikal-bakal Koling lahir.

Jangan dibayangkan Koling yang dihela Dayu ini seperti kedai kopi kebanyakan yang punya ruangan lapang dan sejuk dengan kursi empuk. Koling berbentuk gerobak kayu beroda tiga yang mangkal di pinggir jalan. 

Tak usah pula membayangkan Koling seperti penjaja kopi kemasan yang berjualan dengan sepeda lengkap dengan termos air panas. Koling menyeduh kopi asli. Maka di gerobak Dayu itu ada sederet stoples berisi biji kopi dari Temanggung, Jawa Tengah, yang ditata sebagai etalase. 

Di sudut lain gerobak, ada gula, teko, dan mesin penggiling kopi manual. Koling gampang dikenali karena, selain menjajakan kopi dengan gerobak, penjajanya mengenakan kain lurik dan kadang memakai caping.

Semula, Koling tak diminati karena Dayu hanya mangkal di kampus. Saban hari, kopinya cuma laku tiga gelas. Koling mulai laris ketika Dayu menggeser gerobaknya ke pusat keramaian. Di sini, ia bisa menjual 1.500 gelas dengan banderol Rp 10-15 ribu per gelas. Harganya lumayan karena Dayu menjual kopi spesialti—kopi arabika kualitas terbaik.

Dengan strategi itu, bisnisnya berkembang. Kini ia punya enam gerobak. ”Koling juga mulai merambah Semarang dan Magelang,” ujarnya. 

sumber: majalah.tempo.co


Senin, 30 Juli 2018

Testimonial Gembel Gaul - Nongkrong Gaul Ala Kura-Kura Ninja

Testimonial Gembel Gaul - Lokal Guide

Kafe Kolong, Nongkrong Gaul Ala Kura-Kura Ninja

Kalau melihat kafe kolong ini ini pasti di alam sadar anda akan teringat karakter hero Ninja Turtles atau Kura-kura ninja yang hidup di gorong-gorong got kota metropolitan. Kreatifnya kafe kolong ini menyulap ruang kosong dibawah jembatan Jarwo tepatnya Jl. Mastrip, dulu kolong identik dengan kaum marjinal yang nomaden tak mempunyai rumah. Tapi sekarang kolong diubah elegan, ide liar ini tercetus 2012 oleh Johanes Kris Astono yang berkeinginan untuk membuka kafe yang unik daripada lainnya.

Daya tarik kafe kolong ini juga menjadi kendala bagi pengunjung baru untuk mencari posisinya. Aku sampai muter-muter tapi kok nggak ketemu, baru tanya sana-sini ditunjukan lokasi. Ealah harus turun kebawah, tersembunyi banget seru Rizal yang jauh-jauh datang dari Malang Selasa (11/07/18).

Memang tak ada plang atau penunjuk jalan menuju ke kafe kolong karena memang benar-benar dibawah kolong jembatan. Kafe yang buka jam 7 malam sampai 1 pagi ini sering dilewati mobil atau motor saat kita nongkrong disana. Penataan kursi dan meja diletakkan disamping, memang jalan dibawah jembatan kafe kolong itu jalan umum tapi jarang digunakan.

Menu disini dibilang murah-meriah, mulai kopi sampai makanan ringan macam roti bakar. Roti bakar hanya 8 ribu jika varian termurah 5 ribu pas kantong mahasiswa, tapi ada keunikan saat memesan modelnya harus ke kasir meminta menu dan ditulis sendiri, bayar kemudian makanan di-delivery. Jangan harap anda duduk langsung ada pelayan yang datang.

Kafe kolong ini telah menjadi destinasi unggulan jika wisatawan datang ke Jember selain JFC, artis-artis Ibukota juga sering mampir. Suasana yang instagramable yang disukai anak muda untuk nongkrong berjam-jam serta makanan yang pas di kantong.

Kafe kolong juga menyediakan booth live music untuk diberikan pengunjung ingin menyumbangkan suara untuk nyanyi. Komplit dengan perlengkapan akustik instrumen untuk mengiringinya, jika anda kesini bisa dengan pasangan atau teman-teman karena lebih seru. Jomblo tidak diterima disini. fey

gembel gaul


Ingin menulis testimonial atau saran dan kritik tentang kafe kolong? Klik di sini
atau gunakan media sosial kami dibawah ini dengan hastag #testimoni, yang nantinya akan dimuat di blog ini

Jumat, 29 Juni 2018

Testimonial Tata YRDM - Lokal Guide

Testimonial Tata YRDM - Lokal Guide

Salah satu cafe terunik yang ada dijember, mungkin di kota-kota lain belum ada kali yaa cafe yang konsep lokasinya ada dibawah jembatan.

Dan tempatnya makin luas juga, jadi lebih asyik buat nongkrong rame-rame atau sekedar rapat tipis-tipis sama temen-temen. Yang menarik lagi dari cafe ini adalah, hampir tiap hari ada live music yang keren juga. Untuk menu makanan sii jenis-jenisnya hampir sama kali ya sama cafe2 yang lain. 

Cuman, yang paling uenak adalah mi rebusnya, mi yang disajiin dengan berbagai macam sayur dengan harga yang ramah banget buat mahasiswa. Buat yang lagi main-main di Jember, rugi deeeh kalo gak nyobain nongkrong di cafe kolong. 

Tata YRDM


Ingin menulis testimonial atau saran dan kritik tentang kafe kolong? Klik di sini
atau gunakan media sosial kami dibawah ini dengan hastag #testimoni, yang nantinya akan dimuat di blog ini

Jumat, 20 Oktober 2017

Tak Cukup Hanya Secangkir Kopi Aceh di Ulee Kareng

Bukan rahasia lagi kalau kopi Aceh memang nikmat. Budaya minum kopi sudah begitu mengakar di tengah masyarakat Aceh. Jadi jangan heran jika banyak ditemui warung kopi disini.

Seperti halnya warung kopi Atet khas Belitung, pada jam-jam tertentu hampir semua warung kopi di kota ini dipadati pengunjung bahkan seperti hajatan saja karena saking ramainya. 

Salah satu yang wajib dikunjungi adalah di kawasan Ulee Kareng. Disini bisa menyeruput kopi di warung kopi Solong “Jasa Ayah” yang begitu legendaris bagi masyarakat Aceh.

Secangkir Kopi Aceh di Ulee Kareng

Di warung yang sederhana ini bisa melihat secara angsung seorang barista (peracik kopi) tradisional sibuk melayani pesanan. Dengan kepiawainnya meramu bubuk kopi dengan air mendidih kemudian disaring dengan saringan kain yang cukup unik bentuknya.

Kopi tadi di tuang di dua cangkir besar berganti-gantian kemudian disaring dengan cara mengangkat saringannya sampai di atas kepala dan kucuran air kopi masuk tepat di deretan gelas di atas meja.

Mirip dengan proses pembuatan teh tarik. Kegiatan ini bisa menjadi tontonan yang menarik bagi pengunjung sembari menyeruput segelas kopi hitam.

Tak Cukup Hanya Secangkir Kopi di Ulee Kareng Aceh


Menurut sang empunya semua proses pengolahan dilakukan sendiri. Mulai dari pemilihan biji kopi mentah kemudian memanggangnya dengan cara tradisional hingga menggiling dan mengemasnya. Biji kopi yang dipakai dari jenis kopi robusta murni tanpa campuran.

Warung kopi ini sudah berdiri sejak 1974 dan sudah memiliki beberapa cabang. Setelah mencoba segelas kopi hitam, cobalah memesan lagi segelas kopi sanger (kopi susu). Benar saja baik kopi hitam maupun kopi susu sama-sama nikmat.

Oleh karena itu, tak cukup hanya secangkir kopi saja. Pulangnya, jangan lupa memborong bubuk kopi dalam kemasan plastik sebagai oleh-oleh.


Menikmati Kopi Aceh di Ulee Kareng - Kafe Kolong

Jumat, 13 Oktober 2017

Minum Kopi Sebagai Sumber Rejeki

Bukan rahasia lagi kalau kopi Atet khas Belitung begitu nikmat. Ya, budaya “ngupi” memang begitu mengakar di tengah masyarakat Belitung. Begitu banyak penikmatnya, dan hal tersebut sangat diakui masyarakat setempat. Jika mengunjungi kawasan Belitung, maka jangan heran jika banyak ditemukan warung kopi di daerah ini. Warung kopi di sini tak hanya sekedar warung kopi biasa melainkan tempat pengais rejeki.

Minum Kopi Sebagai Sumber Rejeki
kopi Atet khas Belitung 

Di daerah ini, memang banyak terdapat warung-warung kopi yang juga dipadati para penikmatnya. Entah mengapa demikian? Saat mengunjungi salah satu warung kopi di Belitung, ada sebuah warung kopi yang begitu khas dan konon warung kopi ini memiliki usia yang cukup tua di daerah itu, Kopi Atet. Itulah sebuah nama warung kopi yang dikunjungi. Sebelum memesan, terlebih dahulu kami melihat proses pembuatannya di dapur belakang.

Memang warung kopi ini sangat sederhana sekali, jika dilihat dari segi tempatnya. Tetapi hal tersebut bukan masalah, yang pertama adalah bagaimana rasa nikmat kopi yang benar-benar berbeda dengan kopi pada umumnya.

Saat melihat seorang peracik kopi yang tengah sibuk menyajikan pesanan, ternyata kopi yang disajikan di tempat ini sangatlah unik.

Dengan keahliannya, seorang peracik kopi nampak sedang meramu bubuk kopi dengan air mendidih kemudian disaring dengan saringan kain yang begitu unik bentuknya. Kopi tadi dituang di beberapa cangkir bergantian, kemudian disaring dengan cara mengangkat saringannya lalu kucuran air kopi masuk tepat diantara jejeran gelas di atas meja.

Minum Kopi Sebagai Sumber Rejeki


Setelah kopi pesanan tiba diantarkan ke meja kami, kami pun menikmati seruputan kopi yang rasanya begitu nikmat sambil berbincang-bincang dengan warga setempat yang juga sedang menyeruput kopi. Mengapa warung kopi di sini begitu banyak dan ramai dikunjungi serta disebut sebagai pengais rejeki?

Menurut warga setempat, budaya ngopi memang sudah dilakoni masyarakat Belitung sejak tahun 80-an, mulai dari harga 300 rupiah hingga 4.000 rupiah sekarang. Sumber rejeki maksudnya, setiap warga sini memang selalu berkumpul di warung kopi, pagi, siang, sore, bahkan sampai malam, tepatnya warung kopi di sini bagaikan pusat informasi.

Kebanyakan masyarakat berkumpul tidak hanya sekedar minum kopi melainkan mencari sumber informasi tentang sebuah pekerjaan yang sedang dicarinya atau informasi-informasi positif lainnya, nah ditempat ini lah orang-orang banyak mendapatkan informasi pekerjaan dari beberapa pengunjung, baik yang dikenal maupun yang tidak. Berbagi cerita di warung kopi merupakan sebuah fenomena di Belitung.


Minum Kopi Sebagai Sumber Rejeki - Kafe Kolong

Minggu, 17 September 2017

Prospek (peluang) Usaha Kafe

Bagaimana peluang usaha kafe saat ini? Tidak pernah sepi artinya secara bisnis, usaha kafe menjadi salah satu usaha yang paling banyak diminati oleh banyak pengusaha. Hal ini seiring dengan perubahan gaya hidup di masyarakat khususnya di kota-kota besar yang semakin banyak menghabiskan waktu di luar rumah.

 Prospek (peluang) Usaha Kafe

Bisnis usaha kafe semakin menjamur karena anak muda, para eksekutif muda menjadikan kafe sebagai “halte” tempat bertemu, melepas hasrat gaul dan/atau sekadar menikmati kehidupan social. Keberadaan Kafe mendapat tempat dalam kebiasaan kehidupan di perkotaan.

Inilah salah satu penyebab banyak orang berbondong-bondong melakoni bisnis kafe karena peluangnya yang tak pernah sepi. Apalagi semakin jauh jarak antara tempat kerja, tempat kuliah maupun ruang aktivitas harian dengan tempat tinggal, keberadaan kafe dibutuhkan.

Kafe bukan hanya sebagai tempat makan dan minum, melainkan telah bergeser ke sebuah tren dimana kafe adalah tempat nongkrong, mulai sekadar ngobrol sambil ngopi, mengerjakan tugas sampai dengan pengambilan sebuah keputusan. Terlebih lagi sebuah kafe biasanya juga dilengkapi berbagai macam fasilitas yang mendukung pengunjung untuk betah duduk berlama-lama.

Prospek usaha kafe dapat dikatakan peluangnya menggiurkan. Apalagi lokasi kafe pas di antara perjalanan dari rumah ke kantor, tempat kuliah atau aktivitas lainnya, maka kafe dengan ruang tidak terlalu besar, asal nyaman untuk kongkow sudah cukup diminati.

Masalah penyediaan sajian menu pun terbilang sederhana jika dibandingkan dengan restoran. Cukup bisa meramu kopi yang nikmat atau menyediakan jenis minuman unik dengan nama menarik, jadilah daya tarik sebuah kafe.

Prospek usaha kafe dapat dikatakan peluangnya menggiurkan.

Kafe pun bisa menjadi pasar yang menarik bagi sebuah komunitas atau segmen tertentu. Segmentasi pasar yang ingin disedot oleh sebuah kafe dapat lebih spesiik. Misalkan kafe yang menyediakan meja billiard untuk jenis konsumen yang senang bola sodok. Ada kafe (dan ini kebanyakan) yang spesialis penikmat kopi, teh, atau jenis makanan khas. Bisa juga kafe yang menonjolkan menu kedaerahan, modiikasi dari warung (seperti jenis “angkringan” namun ada di sisi mall). Jadi amat segmentatif sesuai karakter konsumen yang hendak dijaring.


Prospek Usaha Kafe - Kafe Kolong

Rabu, 13 September 2017

Kafe Khusus Kaum Difabel

Kafe bagi kaum difabel ini bukan di Indonesia tapi jauh di Nikaragua, negara di Amerika Tengah. Sebuah cafe didirikan untuk menjadi oase bagi kaum difabel atau bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Kafe Khusus Kaum Difabel

Tidak hanya menerima tamu difabel selain tamu umum, tempat bernama Café de las Sonrisas (“Smiles Cafe”) ini memiliki staf serta karyawan yang terdiri atas orang-orang tuna rungu alias mereka yang terganggu pendengarannya. Mulai dari para penyambut tamu, pelayan, sampai para juru masaknya.

Penggagas cafe ini adalah seorang pria bernama Antonio Prieto Buñuel. Lelaki berkebangsaan Spanyol ini mengungkapkan bahwa banyak hal luar biasa yang dapat dipelajari dari karyawan-karyawannya.

“Saya ingin agar Cafe de las Sonrisas menjadi cermin bagi bisnis lain, agar mereka mempekerjakan orang-orang penyandang disabilitas, karena kaum cacat juga punya hak untuk berkembang dan mereka mampu melakukan hal-hal menakjubkan” katanya.

Kafe ini ternyata sudah lumayan lama hadir di kota Granada, dan disebut-sebut sebagai kafe pertama yang menjajakan kopi Nikaragua. Antonio yang melanglang buana sempat tinggal di negara tetangga Kostarika, namun langsung menyukai Nikaragua saat mengunjungi negara ini.

Awalnya ia bertemu dengan seorang penderita tuna rungu, dari relasi yang terjalin, ia tergerak untuk melakukan sesuatu. Ketimbang mencarikan pekerjaan yang ternyata sangat tidak memungkinkan, Antonio kemudian memutuskan untuk menyewa sebuah toko dan diubah menjadi café, karena ia melihat kota tersebut punya prospek.

"Saya ingin membantu, tapi saya tidak bisa berdiri dan membangunnya atas dasar sumbangan semata. Harus ada pemberdayaan, harus ada usaha nyata. Itu kemudian akan membuat teman-teman difabel justru merasa lebih berharga ketimbang terus menerus disumbang,” katanya.

Antonio juga mengungkapkan bahwa dengan dipekerjakan secara professional dan diperlakukan secara wajar, kaum difabel bisa mendapatkan rasa percaya diri, menghilangkan rasa takut mereka sendiri untuk bergabung ke dalam angkatan kerja.

Di kafe bernuansa cerah dan ceria ini, pelanggan memesan dengan menunjuk ke menu yang memiliki simbol khusus untuk mengindikasikan substitusi. Contohnya, jika seseorang memesan parfait buah, dan dia tidak ingin yogurt di dalamnya, maka orang tersebut bisa menunjuk pada ilustrasi parfait, dan kemudian pada gambar yogurt dengan huruf merah besar “X” di atasnya.

Apabila menjelang akhir makan, semua orang di meja telah belajar untuk mengatakan “Terima Kasih” dalam bahasa isyarat, yakni membawa satu tangan dari dagu ke telapak tangan yang lain, kemudian ditangkupkan di depan pengunjung

Teknik serta tata cara seperti ini bukannya membingungkan pengujung, malah menarik banyak orang untuk mencoba dan bersenang-senang. Dikatakan, sejak café ini hadir, interaksi positif terhadap kaum difabel berkembang baik, dan semakin hari kian terasa jarak akibat keterbatasan komunikasi semakin menipis. Jika seorang menjadi pengunjung tetap, dalam kurun waktu kunjungan kurang dari 10 kali, dia sudah mudah serta leluasa berinteraksi dengan kaum difabel di café ini laiknya dengan sahabat dekat atau keluarga sendiri

“Café de las Sonrisas lahir karena 99 persen orang penyandang cacat (di Nikaragua) menganggur, Jadi saya memutuskan untuk membuka sebuah kafe di mana semua karyawannya tuli dan demi menunjukkan bahwa itu sebetulnya bisa berhasil,” ungkap Antonio


Kafe Khusus Kaum Difabel - Kafe Kolong

Get Inspiration With Us


Kafe Kolong Jember
Jalan Mastrip, Sumbersari
Jember - Jawa Timur

Operasional
Senin - Sabtu 18.00 - 01.00 WIB
0811-3446-313
[email protected]

Kontak Situs

Interested for informations of Kafe Kolong?
Get more of our update !