Kekentalan Oli Motor Berdasarkan Kode SAE

Kekentalan Oli Motor Berdasarkan Kode SAE. Oli mesin pada sepeda motor berfungsi sebagai minyak pelumas, pendingin, pelindung dari karat, serta penyekat mesin. Pelumasan terhadap mesin yang digunakan untuk menghindari terjadinya gesekan langsung antara logam dalam mesin, sehingga tingkat keausan logam dan tingkat kerusakan mesin dapat dikurangi. Usia pakai (life time) mesin semakin awet. Dengan klasifikasi mesin yang berbeda-beda. dibutuhkan oli mesin dengan tingkat kekentalan yang berbeda-beda pula.

Kekentalan Oli Motor Berdasarkan Kode SAE

Kode SAE Oli Motor

Oli pelumas motor yang dipilih akan mempengaruhi kondisi mesin kendaraan. Oleh karena itu, sebelum membeli oli, kenali jenis-jenis oli yang cocok digunakan pada mesin motor Anda. Hal ini penting dan perlu di ketahui karena jika sampai salah memakai oli, bisa-bisa motor terasa tidak nyaman saat digunakan, bahkan dapat merusak mesin dalam jangka panjang. Memilih oli tentunya juga harus disesuaikan dengan kondisi mesin, serta suhu lingkungan lokasi motor biasa digunakan serta ikut rekomendasi oli motor matic terbaik di Indonesia.

Mungkin masih banyak dari kita yang belum mengenal apa itu kode SAE oli. Sebenarnya SAE merupakan akronim dari Society of Automotive Engineers, sebuah lembaga internasional yang mengatur standarisasi terkait indeks kekentalan oli untuk mesin kendaraan. SAE juga mengatur standar kemampuan oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin di suatu lingkungan. Standar kode oli yang dibuat oleh SAE dapat ditemukan pada setiap kemasan oli untuk kendaraan.

Artikel serupa:   Bagaimana Cara Menang Bermain Game Higgs Domino?

Cara membaca kode SAE pada kemasan oli

Mengartikan kode SAE oli yang tercantum pada kemasan sebenarnya tidak terlalu sulit. Kode oli SAE biasanya terdiri atas beberapa angka dan huruf W (winter). Huruf W ini yang menjadi patokan untuk membaca kode SAE oli motor. Angka yang ditulis sebelum huruf W menandakan sifat oli motor di suhu dingin, sedangkan angka yang ditulis setelah huruf W menandakan sifat oli saat suhu panas.

Pada dasarnya, oli motor diformulasikan dengan menyesuaikan kondisi alam serta jenis dan tipe kendaraan. Jadi, kode SAE oli pada motor sangat beragam variasi kekentalannya, khususnya untuk kode oli yang dipakai di daerah bersuhu ekstrem. Terlebih ada rekomendasi Oli Motor Matic terbaik di Indonesia.

Artikel serupa:   Rekomendasi Jasa Penulis Artikel untuk Meningkatkan Pengunjung Website

Setelah memahami kode SAE oli, Anda harus mengetahui pula saat yang tepat untuk mengaplikasikan oli yang encer dan oli yang kental. Cek buku manual motor Anda untuk mengetahui oli dengan kode SAE mana yang paling sesuai.

Macam-macam kode SAE

Saat membeli oli untuk motor Anda, jangan lupa untuk mengecek kemasannya. Biasanya, kode SAE oli dapat ditemukan dengan mudah pada kemasan oli motor. Berbagai macam kode SAE oli tertera pada kemasan, seperti SAE 10W – 30, SAE 10W – 40, SAE 20W – 40, SAE 20W – 50, dan lain sebagainya. Misalkan  memiliki SAE 10W–30 untuk motor matic.

Angka yang paling depan menjadi tanda dari tingkat kekentalan oli pada suhu yang dingin. Sementara, angka setelah huruf ‘W’ atau yang paling belakang, menunjukkan tingkat kekentalan mesin dalam kondisi bekerja atau ketika sudah panas.

Artikel serupa:   Jenis Disinfektan yang Digunakan dalam Membunuh Virus dan Bakteri

Semakin besar angkanya maka akan semakin kental pula olinya. Untuk daerah yang bersuhu rendah, biasanya kode oli yang digunakan ditandai dengan angka SAE 5W – 35. Sedangkan di negara yang beriklim tropis biasanya tingkat SAE oli ada pada angka SAE 10W – 30 hingga SAE 15W – 50.

Informasi tentang oli yang bagus untuk motor matic, bisa dibaca di Oli Motor X-TEN Mampu Bertahan Hingga 5.000 Km

Faktor kekentalan dan kejernihan oli merupakan besaran yang harus disesuaikan dengan klasifikasi mesin, dengan demikian penggunaan jenis oli pelumas yang sesuai dapat digunakan menurut tipe, performa maupun kebutuhan penggunaannya. Ini sangat Rekomendasi Oli X-Ten untuk Motor Matic

Permasalahan yang sering muncul pada masyarakat adalah penggunaan kendaraan yang hanya sebatas menggunakan kendaraan tanpa memikirkan kondisi kelayakan cairan pelumas mesin, padahal tiap mesin kendaraan memerlukan tingkat viskositas oli yang berbeda dan akan berpengaruh pada kemampuan pelumasan mesin sepeda motor.

sumber: https://www.lenterasehat.com

 

Kekentalan Oli Motor Berdasarkan Kode SAE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *