3 Hal Pertama Yang Paling Penting Dalam Bisnis Ritel

Dalam ilmu ritel, sering dipercakapkan bahwa tiga hal pertama yang paling penting adalah: pertama lokasi, kedua adalah lokasi, dan ketiga adalah lokasi. Tiga kali berturut-turut disebutkan bahwa yang terpenting adalah lokasi. Kenapa demikian?

Lokasi Bisnis ritel

Lokasi dalam bisnis, terutama yang berbasiskan ritel, mencerminkan posisi terbesar dari target market yang paling sesuai atau dibutuhkan oleh bisnis tersebut. Jadi lokasi mencerminkan target market dari bisnis kita.

Sedangkan yang disebut target market adalah orang-orang calon konsumen yang memang membutuhkan atau mudah tertarik pada barang yang kita jual.

Contohnya, bila pedagang asongan yang menjual mainan anak-anak menjual barangnya di dekat universitas, sudah pasti akan sedikit pembelinya. Tetapi bila dia menjual barangnya di depan Sekolah Dasar, akan berbeda hasilnya.

Contoh lain, bila kita menjual barang-barang kecantikan, akan lebih baik hasilnya bila berjualan di depan sekolah kepandaian putri yang banyak wanitanya. Jadi lokasi tempat berjualan adalah lokasi dimana target market kita paling banyak berada.

Sering pebisnis bila mendapat pertanyaan siapakah target marketnya, kemudian menjawab bahwa target marketnya adalah semua orang. Asalkan dia manusia, maka dia adalah target marketnya.

Sebenarnya jawaban ini tidak tepat. Setiap bisnis umumnya mempunyai target market sendiri-sendiri, dan sama untuk jenis bisnis yang sama pula.

Para ahli Marketing dan Komunikasi biasanya membedakan target market berdasarkan umur, daya beli (spending power), dan jenis kelamin. Kadang-kadang target market dibedakan juga menurut kebutuhan tertentu misalnya kepentingan mendadak, hobby, dan lain-lain.

Contoh umum yang dapat dilihat adalah perbedaan antara Mini Market (yang menjual barang-barang seharihari/ groceries) dengan Convenience Store. Mini Market umumnya akan lebih sukses bila buka dilokasi yang terletak sebelah kiri arah jalan pulang (pulang menuju rumah) dan sudah agak dekat dengan perumahan.

Bila lokasinya terletak didalam perumahan, atau jauh dari perumahan, atau diarah berangkat, umumnya penjualannya tidak akan sebaik bila berada pada lokasi yang disebutkan pertama.

Sedangkan Convenience Store, dimana barang-barang yang dijualnya lebih banyak terdiri dari barang-barang yang dapat segera dikonsumsi (Ready To Eat/ RTE dan Ready To Drink/ RTD atau sering disebut juga Immediate Consumption), akan lebih berhasil bila buka dilokasi yang disebut sebagai area transit, yaitu area dimana orang sering mundar-mandir antar dua tujuan.

Perhatikan saja barang-barang yang dijual di Rest Area Tol versus Mini Market pada umumnya. Akan terasa bahwa barang yang dijual berbeda, baik dari segi kuantitas maupun harga.

Perhatikan juga, bila bertemu dengan tempat praktik dokter, maka pada umumnya di sekitar area tersebut akan kita temukan apotek, dan sebaliknya.

Orang akan menyatakan bahwa itu adalah lokasi yang tepat, dimana sebenarnya adalah bahwa pada lokasi tersebut taget market yang dituju “berkeliaran” di lokasi tersebut.

 

Lokasi Bisnis ritel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *